Powered By Blogger

Senin, 31 Agustus 2015

Gerhana Bulan Menurut Islam dan Penelitian NASA

Gerhana bulan bukan semata-mata fenomena alam dan kejadian antariksa, tetapi di balik itu sarat dengan nuansa religius yang oleh agama-agama diimani sebagai Kemahakuasaan Allah terutama dalam agama Islam, Katolik dan Protestan.

 Jangan sampai melewatkan fenomena gerhana bulan langka pada Sabtu (4/4/2015) malam. Anda takkan punya kesempatan lain lagi.Gerhana kali ini langka sebab durasi totalitasnya yang supersingkat, kurang dari 5 menit. Umumnya, totalitas gerhana bulan terjadi puluhan menit.

Data Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengungkap bahwa gerhana dengan totalitas kurang dari 5 menit hanya terjadi dua kali dalam satu milenium terakhir. Gerhana-gerhana singkat itu adalah gerhana bulan total 19 April 767 dengan totalitas 2 menit 24 detik dan 17 Oktober 1529 dengan totalitas 1 menit 41 detik.

Gerhana bulan malam nanti merupakan gerhana bulan dengan totalitas kurang dari 5 menit pertama dalam 500 tahun terakhir.Jika melewatkan gerhana bulan malam ini, itu berarti Anda melewatkan fenomena sekali seumur hidup.

Fenomena bulan merah darah yang supersingkat, menurut data NASA, baru akan terjadi lagi 11 September 2155 dengan durasi totalitas 2 menit 36 detik, 140 tahun lagi. Dengan rata-rata umur manusia kini yang tak sampai 100 tahun, Anda takkan punya kesempatan lain untuk untuk mengamati gerhana bulan supersingkat seperti malam nanti.

Dalam hadis riwayat Buchori-Muslim disebutkan bahwa "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Terjadinya gerhana matahari atau bulan bukanlah karena kematian seseorang atau kehidupannya. Maka jika kamu melihatnya, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah kepada-Nya, bersedekahlah, dan shalatlah." Bukan hanya itu, dalam Fiqih tentang Gerhana Matahari dan Bulan Oleh Ustaz Abdullah Haidir Lc, tentang Hikmah Dibalik Peristiwa Gerhana menyatakan banyak cerita khurafat dan tahayyul beredar di masyarakat seputar terjadinya gerhana.

Namun syariat telah menyatakan dengan tegas nilai-nilai yang terkandung di balik terjadinya peristiwa tersebut. Di antaranya adalah menunjukkan salah satu keagungan dan kekuasaan Allah Ta'ala yang Maha mengatur alam ini.

Berikut untuk menimbulkan rasa gentar di hati setiap hamba atas kebesaran Allah Ta'ala dan azab-Nya bagi siapa yang tidak taat kepada-Nya.

Bahkan Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya matahari dan bulan tidak gerhana karena kematian seseorang atau karena kehidupannya. Akan tetapi keduanya merupakan tanda-tanda kebesaran Allah. Jika kalian menyaksikannya, maka hendaklah kalian shalat." (HR. Bukhari) Dalam redaksi yang lain, Bukhari juga meriwayatkan, "Sesungguhnya matahari dan bulan keduanya merupakan tanda-tanda kebesaran Allah, keduanya tidak gerhana karena kematian seseorang atau karena kehidupannya. Akan tetapi Allah hendak membuat gentar para hamba-Nya." (HR. Bukhari) Hal ini juga mengingatkan seseorang dengan kejadian hari kiamat yang salah satu bentuknya adalah terjadinya gerhana dan menyatunya matahari dengan bulan, seperti Allah nyatakan dalam surat Al-Qiyamah: 8-9.

"Dan apabila bulan telah hilang cahayanya. Dan Matahari dan bulan dikumpulkan." (QS. Al-Qiyamah: 8-9) Shalat Gerhana Islam mengajarkan umatnya untuk melakukan shalat apabila menyaksikan gerhana, baik matahari maupun bulan, sebagaimana diisyaratkan dalam hadis di atas, juga sebagaimana riwayat adanya perbuatan Rasulullah SAW tentang hal tersebut.

Para ulama menyimpulkan bahwa hukum shalat gerhana adalah sunah. Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa sunahnya shalat gerhana merupakan ijma ulama (Lihat, Syarah Muslim, 6/451). Ibnu Qudamah dan Ibnu Hajar menyatakan bahwa shalat gerhana merupakan sunnah mu akkadah/sunah yang sangat ditekankan (Al-Mughni, 3/330, Fathul Bari, 2/527).
Sebagian ulama bahkan menyatakan kewajiban shalat gerhana, karena Rasulullah SAW melaksanakannya dan memerintahkannya. Ibnu Qayim menyatakan bahwa pendapat ini (wajibnya shalat gerhana) merupakan pendapat yang kuat. (Kitab Ash-Shalah, Ibnu Qayim, hal. 15).

Di sisi lain, karena jarang kaum Muslim yang mengenal dan melaksanakan shalat gerhana, maka dengan melakukannya maka dia akan mendapatkan keutamaan orang yang menghidupkan sunah.

Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat Islam di seluruh Tanah Air untuk melakukan shalat kusuful qamar atau shalat gerhana bulan di Masjid, Mushalla, atau rumah, pada Sabtu (4/4) petang hingga malam.
Berdasarkan data astronomis, pada 14 Jumadil Akhir 1436 Hijriah atau Sabtu (4/4) mulai pukul 17.15 WIB di Indonesia akan terjadi gerhana bulan total (GBT).

Hampir seluruh kawasan Indonesia dapat mengamati gerhana bulan total ini. Sedangkan puncak gerhana bulan total akan terjadi pada Sabtu pukul 19.01 WIB dan selesai pada pukul 20.44 WIB.

"Sehubungan gerhana bulan pada Sabtu 4 April 2015 mulai pukul 17.15 WIB, kepada umat Islam diserukan untuk menunaikan shalat kusuful qamar di masjid, mushalla, atau rumah," kata Ketua Umum MUI Pusat Din Syamsuddin dalam siaran persnya.

Sementara itu, tata cara shalat gerhana bulan antara lain dianjurkan secara berjamaah dua rakaat, dengan setiap rakaat dua kali berdiri (baca al-Fatihan dan surat lain) dan dua kali ruku', kemudian sujud seperti biasa.

Din Syamsuddin menambahkan, setelah shalat dilakukan khutbah untuk mengingat kemahakuasaan Allah SWT dan kelemahan manusia, serta kondisi kehidupan kebangsaan dewasa ini.

Sedangkan, Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Machasin, juga mengimbau umat Islam melakukan shalat sunnah gerhana bulan secara berjamaah, sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW, dan dianjurkan (sunnah muakkadah) untuk bertakbir terlebih dahulu.

Dalam Alkitab Bagi umat Kristen Katolik dan Protestan, gerhana bulan darah atau "blood moon" itu muncul saat hari Paskah, tepatnya pada malam Paskah atau Sabtu Alleluya dan diimani dalam ajarannya sesuai dalam Kitab Suci.

Seperti dikutip dari Daily Mail (01/04), di Alkitab versi Raja James (Yoel 2:31), tertulis "Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan yang hebat dan dahsyat itu." Mengenai ajaran ini seorang Pastor dari Amerika, John Hagee, menyatakan bahwa hal besar akan terjadi pada umat manusia.

Berdasarkan buku berjudul "Four Blood Moons" karya Hagee, gerhana bulan berdarah yang akan terjadi pada hari Paskah nanti adalah tanda kejadian besar terjadi di Timur Tengah yang berhubungan dengan Israel.

"Aku percaya kita akan melihat sesuatu yang dramatis terjadi di Timur Tengah yang menyangkut Israel. Dan hal itu akan berdampak besar bagi seluruh dunia," ujar Pastor Amerika itu.

Entah kebetulan atau tidak, gerhana bulan darah yang terjadi di hari ini Sabtu (4/4/2015) (antara pukul 16.00 hingga pukul 22.00 WITA) itu adalah gerhana bulan darah ketiga dalam rentetan empat gerhana bulan darah (tetrad blood moons) dalam kurun waktu dua tahun ini.

Oleh sebab itu, banyak pihak yang percaya bahwa gerhana tersebut sarat akan nuansa religius.

Gerhana bulan darah pertama dan kedua sudah terjadi pada tahun 2014. Setelah gerhana bulan darah ketiga di malam Paskah nanti, akan ada gerhana bulan darah lagi yang diprediksi terjadi tanggal 28 September 2015.

Menanggapi kemunculan empat gerhana bulan darah dalam dua tahun secara beruntun, Pastor Hagee berpendapat bila ini adalah tanda 'akhir zaman'.

"Alkitab menyatakan 'bila kita melihat tanda-tanda itu', dan empat gerhana bulan darah adalah pertanda yang jelas dari akhir era ini," ujar Hagee.

Di sisi lain, badan antariksa AS, NASA, mengatakan gerhana bulan darah Paskah adalah sesuatu yang alami dan tidak berbahaya atau berdampak besar bagi manusia.

"Saat gerhana terjadi, bulan sering terlihat kemerah-merahan karena sinar matahari yang menimpanya melewati atmosfer bumi. Ketika itu, spektrum warna biru di cahaya matahari tersaring, sehingga yang tersisa hanya warna merah saja. Namun, fenomena ini tidak berbahaya bagi manusia," ungkap NASA.

Menurut Space.com, gerhana bulan darah ini akan terjadi tanggal 4 April dan bisa dilihat di Amerika Utara, Asia, dan Australia. Di kawasan Asia Tenggara sendiri, gerhana bulan darah akan terjadi pada pukul 18.45 WIB selama kurang lebih 12 menit.

Untuk Indonesia Barat gerhana bulan total akan mulai terjadi pada pukul 17.16 WIB-20.45 WIB, untuk Indonesia Tengah gerhana akan terjadi pukul 18.16 Wita-21.45 Wita, sedangkan untuk gerhana bulan total di Indonesia timur akan terjadi pada 19.16 WIT-22.45 WIT.

Adapun proses terjadinya gerhana bulan total pada Sabtu (4/4) yakni akan dimulai dari bagian kanan bawah bulan.

Lalu puncak gerhana total akan terjadi pada pukul 18.58 WIB-19.03 WIB di Indonesia barat, 19.58 Wita-20.03 Wita di Indonesia tengah dan 20.58 WIT -21.03 WIT. Gerhana berakhir dengan lepasnya bayangan bumi dari piringan bulan sebelah kanan atas.

20 Fakta Mengerikan Mengenai Masa Depan Kita dan Bumi :(


Bumi kita ini tidak akan bertahan selamanya, sedangkan kita bergantung pada bumi untuk bertahan hidup.  Kita akan binasa semuanya apabila bumi hancur oleh berbagai sebab.  Kedengarannya menakutkan sekali, tetapi kita perlu menyadari bahwa sumber daya bumi terbatas.  Penggunaan sumber daya bumi secara serampangan seperti sekarang ini, bisa menyebabkan kehidupan manusia berakhir dalam kehancuran.
Para ilmuwan berspekulasi mengenai perubahan-perubahan komposisi bumi, apakah itu tentang pemanasan global atau sumber daya mineral yang sudah mulai merosot.  Marilah kita mengamati bagaimana kita secara perlahan namun pasti menuju kepada kehancuran yang dibuat oleh tangan kita sendiri.

Jadi bagaimanakah masa depan kita dan bumi yang kita diami ini? Berikut ini fakta-faktanya:


 
1. Pemanasan global adalah satu peristiwa yang tak bisa dielakkan yang mempengaruhi kondisi iklim di bumi.  Badai yang menghancurkan, gelombang air pasang, tsunami dan kelaparan akibat kekeringan akan terus berlanjut meskipun usaha-usaha untuk mengendalikan polusi dan kerusakan lingkungan telah dilakukan.  Bumi berusaha untuk terus eksis dengan melakukan perbaikan alami, tetapi kita manusia akan menerima akibatnya dikarenakan proses perbaikan itu sangat dahsyat dan tidak terkendali.

2. Peningkatan kecil rotasi bumi diakibatkan ketidakseimbangan isi kandungan perut bumi yang terkuras, bisa mempengaruhi kita dengan berbagai cara.  Banjir dahsyat yang menenggelamkan segalanya, atau gletser-gletser yang menghilang selamanya.  Itu bisa berarti kekurangan air, pangan dan merajalelanya penyakit serta meluasnya kelaparan.  Beberapa spesies hewan dan tanaman menjadi punah. 

3. Terjadinya perubahan pola peruntukan tanah, di mana sekarang lebih banyak orang-orang hidup di kota-kota besar dibanding dengan di daerah pedesaan.  Kota-kota penuh sesak sehingga harus memperluas areal untuk perumahan ke wilayah pedesaan dengan mengorbankan tanah pertanian. Kota besar yang kumuh dan kotor mengganggu kesehatan manusia dan menimbulkan bibit-bibit penyakit baru.

4. Produksi minyak mengalami peningkatan tahun 2008 dan 2018 akan mencapai puncaknya, dan itu berarti awal dari penurunan.  Ini bisa menjadi pencetus suatu resesi energi global, konflik antar negara yang memperebutkan lahan minyak dan juga sumber makanan.  Minyak sangat penting bagi setiap bangsa untuk melanjutkan aktivitas produksinya, termasuk pertanian dan peternakan.  Kedepannya, menipisnya kandungan minyak di bumi bisa mempengaruhi hidup seluruh manusia di bumi secara signifikan.

5. Mobil mempunyai andil sebesar 3/4 dari semua gas buang yang dipancarkan alat transportasi.  Sejak saat ini, dunia akan dipenuhi lebih dari satu milyar mobil yang berkeliaran di jalan-jalan di tahun 2030 dan akan bertambah hingga satu milyar lagi di tahun 2050. Hal berhubungan dengan 75% peningkatan CO2 selama setahun di atmosfer berasal dari pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi, gas bumi dan batu bara), sedangkan sekitar 20% CO2 yang memasuki atmosfer bumi berasal dari pembakaran BBM pada mesin-mesin kendaraan bermotor, selebihnya 80% emisi CO2 bersumber dari pembakaran bahan bakar fosil oleh mesin pembangkit tenaga listrik.

6. Karena peningkatan suhu udara akibat meningkanya kadar CO2, maka sedikit uap air bertahan di udara untuk membentuk awan.  Hal ini berarti hujan akan menjadi lebih sedikit, dan secara langsung berakibat hasil produksi pertanian juga menurun.  Akan terjadi di sekitar tahun 2020 di mana terjadi suatu periode yang sulit dan air bah tiba-tiba meningkat di semua bagian dari benua Eropa, karena mencairnya es di Kutub Utara.  Sedangkan populasi penduduk bumi akan mencapai 7,7 milyar orang.

7. Sejak Hari Bumi yang pertama tahun 1970 hingga awal millennium baru, manusia telah membuat peningkatan emisi (gas buang) rumah kaca sebesar 70%.

8. Atmosfer bumi sekarang mengandung 40% lebih banyak CO2 dibandingkan dengan di awal Revolusi Industri.

9. Hasil pembakaran bahan bakar fosil dewasa ini menambah hampir 6 milyar ton CO2 ke dalam atmosfer bumi setiap tahunnya.  Hanya separuhnya yang diserap oleh hutan-hutan dan samudera.

10. Hutan hujan pernah meliputi 14% dari permukaan bumi.  Sekarang hanya tersisa sekitar 6% dan menurut perkiraan para ahli hutan hujan yang tersisa itu akan habis dikonsumsi kurang dari 40 tahun.  1 sampai 1,5 hektar hutan hujan lenyap setiap 1 detik sebagai konsekuensi tragis pembangunan di negara-negara industri dan berkembang.

11.Hampir separuh dari semua jenis flora, fauna dan mikro organisme akan musnah atau pasti terancam kepunahan dalam seperempat abad ke depan disebabkan oleh penebangan hutan-hutan hujan.

12. Perkiraan para ahli bahwa kita sedang kehilangan 137 jenis tanaman, hewan dan serangga setiap harinya karena penebangan hutan-hutan hujan.  Atau sama dengan 50.000 jenis setiap tahunnya.  Seiring dengan lenyapnya spesies-spesies di hutan hujan, demikian juga dengan berbagai macam pengobatan penyakit-penyakit yang mengancam hidup manusia.  Sekarang ini, 121 obat-obatan yang dijual ke seluruh dunia berasal dari tanaman obat-obatan.  Sementara itu 25% dari perusahaan obat-obatan di Barat mengambil bahan dari ramuan tanaman dari hutan hujan, dan lebih sedikit 1% dari pohon-pohon dan tanaman-tanaman tropis ini telah diuji coba oleh para ilmuwan.

13. Penebangan hutan yang merajalela sekarang ini menyumbang 20% polusi pemanasan global diakibatkan oleh terhambatnya penyerapan kembali CO2.

14. Wabah penyakit terus bertambah baik ragam maupun jumlahnya karena polusi udara, air dan tanah meningkat, terutama sekali terjadi di negara-negara dengan pendapatan rendah.

15. Di tahun 2030 sekitar 18% dari gugusan karang laut akan lenyap karena perubahan iklim dan lingkungan.  Dalam 2030 ini populasi penduduk dunia akan mencapai 8,3 milyar.

16. Tahun 2040 laut di Kutub Utara akan mengalami musim panas yang pertama tanpa es.

17. Karena menghilangnya gletser dan terjadi musim kering yang panjang, produksi listrik dari pembangkit listrik tenaga air akan berkurang.

18. Luas padang pasir di permukaan bumi mengalami peningkatan disebabkan menaiknya suhu bumi.  Pada akhir tahun 2007, Australia kehilangan 25% produksi pangannya karena hal ini.

19. Kadar karbon monoksida (CO) di atmosfer bumi terus meningkat.

20. Efek berbahaya dari aktivitas manusia dapat mempengaruhi sistem global dengan cara yang negatif.  Perang, sebagai contoh, dapat menghancurkan bumi dalam berbagai jalan; pembunuhan massal, berkembangnya kelaparan dan penyakit, pembakaran bahan bakar fosil secara besar-besaran oleh mesin-mesin perang, termasuk juga pembabatan hutan dan pengambilan batu-batuan dan tanah untuk perbaikan kembali infrastruktur yang rusak.

Satelit IRAS NASA Menemukan Planet Niburu atau Planet X


Satelit The Infrared Astronomical Satellite (IRAS) diluncurkan ke orbit kutub setinggi 560 mil pada Selasa malam dari Pangkalan Udara Vandenberg, Kalifornia. Peluncuran itu mewakili kerja sama $80 juta antara Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda. Dalam waktu enam hingga tujuh bulan ke depan, teleskop tersebut diharapkan akan melakuan survey luas pada hampir seluruh langit, mendeteksi sumber-sumber sinar yang tak biasa, namun dari pancaran sinar infra merah, yang tak tampak dengan mata telanjang dan kebanyakan diserap oleh atmosfer. Para ilmuwan berharap teleskop baru itu akan memetakan ribuan benda ruang angkasa yang memancarkan sinar infra merah yang telah terlewat tak terdeteksi--bintang, awan interstellar, asteroid dan, kalau beruntung, obyek yang menarik-narik planet Uranus dan planet Neptunus. 

Terakhir kali pencarian di langit yang serius dilakukan, hal itu membawa pada penemuan Planet Pluto pada 1930. Namun  ceritanya dimulai lebih dari seabad sebelumnya, setelah diketemukannya planet Uranus pada 1781 oleh seorang astronomer sekaligus musisi Inggris William Herschel.  Hingga saat itu, sistem perbintangan sepertinya berhenti di Saturnus.

Kala para astronomer mengamati Uranus, memperhatikan adanya ketidaktentuan dalam jalur orbitnya, banyak yang berspekulasi bahwa mereka tengah menyaksikan tarikan gravitasi dari planet yang tak dikenal. Maka dimulailah pencarian planet tersebut yang pertama kali berdasarkan prediksi-prediksi para astronomer, yang berakhir pada tahun 180an dengan ditemukannya planet Neptunus hampir secara bersamaan oleh para astronomer Inggris, Perancis, dan Jerman.

Namun planet Neptunus tak cukup masif untuk bertanggung jawab sepenuhnya atas prilaku orbit Uranus. Sungguh, Neptunus sendiri sepertinya dipengaruhi oleh planet yang masih lebih jauh lagi. Di akhir abad ke-19, dua astronomer Amerika, William H. Pickering dan Percival Lowell, memprediksi ukuran serta lokasi kira-kira benda ruang angkasa trans-Neptunus, yang Lowell sebut Planet X.
Bertahun-tahun kemudian, Pluto terdeteksi oleh Clyde W. Tombaugh yang sedang bekerja di Lowell Observatory di Arizona.  Namun beberapa astronomer menduga planet tersebut mungkin bukan Planet X yang telah diprediksi. Pengamatan-pengamatan selanjutnya membuktikan bahwa mereka benar. Pluto terlalu kecil untuk dapat merubah orbit-orbit planet Uranus dan Neptnusu; gabungan massa Pluto serta satelitnya yang baru ditemukan, Charon, hanya 1/5 massa bulannya Bumi. 

Perhitungan-perhitungan terkini oleh Observatorium Angkatan Laut AS mngonfirmasi gangguan orbit pada planet Uranus dan planet Neptune, yang menurut Dr. Thomas C. Van Flandern, seorang astronomer di observatorium tersebut, dapat dijelaskan sebagai akibat dari “satu buah planet yang belum ditemukan.”  Ia dan koleganya, Dr. Robert Harrington, menghitung bahwa planet ke-10 itu seharusnya dua hingga lima kali lebih besar dari pada bumi serta memiliki orbit yang sangat lonjong yang menempuh jarak sekitar 5 milyar mil di luar Pluto - hampir-hampir tak bertetanggan namun masih dalam pengaruh gravitasi matahari. 

Beberapa astronomer bereaksi sangat berhati-hati terhadap prediksi-prediksi tentang planet ke-10 itu. Mereka ingat akan akan pencarian yang lama dan sia-sia terhadap planet Vulcan yang berada di dalam orbit planet Merkurius, yang ternyata tak ada. Mereka bertanya-tanya mengapa benda sebesar planet ke-10 dapat luput dari survey mendetil Tombaugh, yang merasa yakin bahwa planet itu tak berada dalam dua pertiganya langit yang ia teliti. Namun menurut to Dr. Ray T. Reynolds dari Ames Research Center di Mountain View, CA, para astronomer lainnya "merasa begitu yakin akan keberadaan planet ke-10 tersebut, sehingga tak ada lagi yang tersisa kecuali menamainya." 
Dalam pertemuan ilmiah musim panas lalu, para partisan planet ke-10 datang meramaikan. penjelasan-penjelasan alternatif tentang gangguan-gangguan pada orbit planet-planet di bagian luar tata surya ini pun ditawarkan. Sesuatu di luar sana, kata beberapa ilmuwan, bisa jadi sebuah lubang hitam yang tak terlihat atau bintang neutron yang lewat dekat matahari. Para pembela planet ke-10 membagi saran-saran itu. Bahan-bahan pembicaraanpun terfokus pada medan gravitasi sebuah lubang hitam, yang tetap saja merupakan sebuah bintang besar setelah kolaps gravitasinya komplit, 
seharunya memberi sinar-sinar x yang dapat dideteksi, yang mereka perhatikan; tapi tak terdeteksi adanya sinar-sinar X. Sebuah bintang neutron, bintang yang lebih kecil yang telah kolaps menjadi kondisi yang sangat padat, seharusnya mempengaruhi jalur-jalur komet, kata mereka, namun tak ada perubahan-perubahan semacam itu dalam pengamatan mereka. 

Semakin besar keyakinan yang ditimpakan pada hipotesa bahwa sebuah bintang "brown dwarf" bertanggung jawab atas kekuatan misterius itu. Inilah nama tak resmi yang diberikan oleh para astronomer terhadap benda-benda angkasa yang tak cukup besar untuk dapat menyalakan pemanas-pemanas termonuklis planet mereka, mungkin seperti planet Jupiter raksasa, bintang yang tak memancarkan cahaya sendiri. 

Kebanyakan bintang berpasangan, jadi tidaklah tidak masuk akal untuk menduga bahwa matahari memiliki rekanan yang redup. Terlebih lagi, sebuah brown dwarf dalam lingkungan ini mungkin tak memantulkan cukup cahaya untuk terlihat hingga di kejauhan, ujar Dr. John Anderson dari Jet Propulsion Laboratory diPasadena, CA.  Namun gaya-gaya gravitasinya seharusnya menghasilkan energi yang dapat terdeteksi oleh Infrared Astronomical Satellite. 

Apapun kekuatan misterius itu, apakah itu brown dwarf atau sebuah planet besar, Dr. Anderson mengatakan ia "cukup optimis" bahwa teleskop akan menemukannya dan bahwa pesawat ruang angkasa Pioneer dapat memberi tahu tentang estimasi massa benda ruang angkasa tersebut. Tentu saja, tak ada yang bisa pasti bahwa bahkan penemuan ini bisa menentukan perbatasan terluar dari tata surya ini. 

Berita tentang planet X di beberapa media di luar negri.

U.S. News and World Report, September 10, 1984
Planet X — Is It Really Out There?

Terselubungi oleh sinar-sinar matahari, yang secara misterius menarik-nariki orbit planet Uranus dan Neptunus, adalah sebuah kekuatan tak terlihat yang dicurigai para astronomer sebagai Planet X - penghuni ke-10 di lingkungan tetangga ruang angkasa bumi .
Tahun lalu, satelit infrared astronomical satelit (IRAS), yang mengorbit di lingkar kutub, 560 mil tingginya dari bumi, mendeteksi panas dari sebuah benda ruang angkasa yang jauhnya sekitar 50 milyar mil yang sekarang tengah menjadi spekulasi panas.

“Yang bisa saya katakan adalah bahwa kami belum tahu apa itu," ujar Gerry Neugenbaur, direktur Palomar Observatory untuk California Instititute of Technology. Para ilmuwan sangat berharap bahwa perjalanan satu arah pesawat-pesawat ruang angkasa Pioneer 10 dan 11 akan dapat membantu menemukan lokasi benda ruang angkasa tak bernama itu.

Beberapa astronomer mengatakan bahwa benda yang memancarkan panas itu terlihat sebagai bintang kolaps yang tak terlihat atau mungkin sebuah "brown dwarf" - sebuah protostar yang tak pernah cukup panas untuk menjadi bintang. Namun, semakin banyak saja astronomer yang sangat yakin bahwa benda itu bukalah bintang, melainkan kumpulan massa bergas yang perlahan-lahan berkembang menjadi planet. 

Selama berdekade-dekade, para astronomer telah memperhatikan bahwa orbit-orbit dari dua planet besar yang jauh — Neptune dan Uranus — agak menyimpang dari apa yang seharusnya menuruti hukum-hukum fisika. Tarikan gravitasi dari Planet X akan menjelaskan penyimpangan itu. Terlebih lagi, kata Neugebaur, "jika kami dapat menunjukkan bahwa tata surya kita sendiri masih menciptakan planet-planet, maka kami akan tahu bahwa hal itu sedang terjadi pada bintang-bintang lagi pula." Lain kali para penolak Planet X menyemburkan kata-kata, "Hmh, kalau Planet X memang benar-benar ada, pemerintah kita pasti sudah memberi tahu kita tentangnya," Anda bisa menjambaknya. 

NASA "Menemukan" Teromper Sangkakala


Sebuah berita yang saya rasa sudah beredar cukup lama,mungkin masih banyak dari para sahabat yang masih belum mengetahuinya,berita yang disampaikan nasa ini cukup menggegerkan dunia maya pada saat itu.Silakan langsung disimak sendiri ulasan berita yang saya rangkum :

Peristiwa mengerikan yang akan terjadi pertama kali pada hari kiamat adalah ditiupnya sangkakala (ash-shur) oleh malaikat Israfil atas perintah Allah.

Makna ash-shur secara etimologi (bahasa) adalah al-qarn (tanduk).

Sedangkan menurut istilah syariat, yang dimaksud adalah sangkakala yang sangat besar yang malaikat Israfil telah memasukkannya ke dalam mulutnya (siap untuk meniupnya), dan dia sedang menunggu kapan dia diperintahkan untuk meniupnya. (Syarh Lum’atul Itiqad karya Ibnu Utsaimin, hal. 114)

Makna ini disebutkan dalam hadits shahih dari Abdullah bin ‘Amr, dia berkata:Seorang badui bertanya: “Wahai Rasulullah, apa itu ash-shur?” Rasulullah menjawab: “Tanduk yang akan ditiup.” (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Abu Dawud. Hadits ini disebutkan dalam Al Jami Ash Shahih 6/113-114, karya Asy Syaikh Muqbil)

Ilmuwan NASA ‘Menemukan’ Terompet Sangkakala Malaikat Israfil
Wilkinson Microwave Anisotropy Probe (WMAP) adalah alat yang merupakan bagian dari program atau misi NASA untuk melihat Kosmologi (studi tentang sifat alam semesta) secara keseluruhan. Proyek ini melakukan observasi terhadap alam semesta untuk menemukan bentuk sebenarnya dari alam semesta. Sebab prediksi yang umum selama ini mengatakan bahwa alam semesta berbentuk bulat-bundar atau prediksi lain menyebutkan bentuknya datar.


Dengan menggunakan WMAP, mereka mendapatkan sebuah kesimpulan yang sangat mencengangkan, karena hasil penelitian tersebut menemukan bahwa alam semesta ini berbentuk seperti terompet.

Pada bagian ujung belakang wilayah ‘terompet’ alam semesta itu merupakan alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable), sedang bagian depan, di mana bumi dan seluruh sistem tata surya berada merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable).

“Dan ditiuplah sangkakala, Maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu putusannya masing-masing.” (Az Zumar: 68)

“Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya.” (Al Kahfi: 99)

“Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri. (An Naml: 87)

“Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.” (Yasin: 51)

Banyak ulama tafsir mengatakan bahwa tiupan terompet sangkakala di ayat-ayat tadi selalu diartikan sebagai peristiwa di hari kiamat. Dr Wahbah az-Zuhaily dalam Tafsir Al Wasith menguraikan bahwa tiupan terompet di hari kiamat itu tiga kali. Pertama, tiupan yang menggentarkan, lalu kedua yang mematikan seketika seluruh makhluk. Tiupan ketiga tanda mulainya hari kiamat, di mana semua dibangkitkan dan dikumpulkan.

Kalau kita cermati, Al Quran menyebutkan bahwa tiupan itu selalu “di dalam” terompet, “Wanufikha fi-shshuuri”. Mengapa terompet? Mengapa di dalam (Fi)?

Tim WMAP mengamati pola titik-titik panas dan dingin radiasi microwave kosmik, yang bisa menggambarkan bentuk alam semesta 380.000 tahun setelah Big Bang. Proyek WMAP dari NASA membuat peta titik-titik tadi secara mendetail, hasilnya ialah pola itu cenderung memudar, yakni tidak ada titik panas dan dingin yang tampak melebihi jarak rentang 60 derajat. Ini menyimpulkan bahwa ketika mengembang, alam semesta terulur panjang. Sempit di awal dan kemudian makin lebar seperti corong. Mirip bentuk terompet abad pertengahan. Hal ini tentu mematahkan prediksi selama ini yang menyatakan bahwa bentuk alam semesta seperti bola (bulat) yang mengembang ke segala arah.


Tim WMAP yakin bahwa alam semesta bukanlah berbentuk bola, tetapi berbentuk terompet. Alam semesta bukan meluas tak terbatas, tetapi dibatasi oleh ujung terompet. Jadi, alam semesta ada awal dan akhirnya. Hanya Allah yang tidak berawal dan berakhir, “Huwal awwalu wal akhiru”.

“Sesungguhnya telah datang kepada kalian cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan. Dengan Kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari keadaan gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (Al Maidah: 15-16)

“Itulah Kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al Baqarah: 2)


“Sesungguhnya Al Quran itu adalah kitab yang mulia. Yang tidak datang kepadanya kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.” (Fusshilat: 41-42)


Maha Benar Allah atas segala Firman-Nya

Negara-negara yang memiliki Senjata Nuklir


Dikutip dari situs “Federation of American Scientists (FES)” yang diperbaruhi pada 1 April 2015, jumlah keseluruhan persediaan Senjata Nuklir di dunia pada tahun 2015 ini adalah sekitar 15.650 warhead (hulu ledak)  yang dimiliki oleh 9 Negara.

Daftar Negara-negara yang Memiliki Senjata Nuklir

Berikut ini adalah 9 Negara yang mengakui memiliki Senjata Nuklir beserta tanggal ujicoba pertama dan jumlahnya :

Rusia (bekas Uni Soviet)

Jumlah Bom Nuklir yang dimilikinya : 7500 Hulu Ledak
Tanggal Ujicoba Pertama : 29 Agustus 1949
Kode : RDS-1

Amerika Serikat

Jumlah Bom Nuklir yang dimilikinya : 7100 Hulu Ledak
Tanggal Ujicoba Pertama : 16 Juli 1945
Kode : Trinity

Perancis

Jumlah Bom Nuklir yang dimilikinya : 300 Hulu Ledak
Tanggal Ujicoba Pertama : 13 Februari 1960
Kode : Gerboise Bleue

Tiongkok (China)

Jumlah Bom Nuklir yang dimilikinya : 250 Hulu Ledak
Tanggal Ujicoba Pertama : 16 Oktober 1964
Kode : 596

Britania Raya (Inggris)

Jumlah Bom Nuklir yang dimilikinya : 215 Hulu Ledak
Tanggal Ujicoba Pertama : 03 Oktober 1952
Kode : Hurricane

Israel

Jumlah Bom Nuklir yang dimilikinya : 80 Hulu Ledak
Tanggal Ujicoba Pertama : 22 September 1979 (suspected)

Pakistan

Jumlah Bom Nuklir yang dimilikinya : 100 – 120 Hulu Ledak
Tanggal Ujicoba Pertama : 28 Mei 1998
Kode : Chagai-I

India

Jumlah Bom Nuklir yang dimilikinya : 90 – 110 Hulu Ledak
Tanggal Ujicoba Pertama : 18 Mei1979

Korea Utara

Jumlah Bom Nuklir yang dimilikinya : <10 Hulu Ledak
Tanggal Ujicoba Pertama : 09 Oktober 2006

Berdasarkan perjanjian Nonproliferasi Nuklir atau Nuclear Non-Proliferation Treaty / NPT, Terdapat 5 Negara yang diperbolehkan untuk memiliki Senjata Nuklir. Kelima Negara yang diperbolehkan untuk memiliki Senjata Nuklir tersebut adalah Rusia, Amerika Serikat, Perancis, Tiongkok dan Britania Raya. Kelima Negara tersebut juga merupakan 5 Negara Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB, mereka menyatakan untuk tidak melakukan Transfer Teknologi Senjata Nuklir ke Negara-negara lainnya.
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com